19 Oktober, 2009

Seperti Menumpang Hidup

Ta ada atap yang bocor memang..
Kasur ini cukup empuk, tersedia selimut
juga bantal dan guling untuk menopang badan..
Namun jiwaku seperti ta tertidur,
merasa ini bukan milikku
aku hanya menumpang hidup

Ta sebebas di rumah yang ta sebagus ini
puluhan tapak kaki berseliweran
datang.. pergi.. dan datang lagi..

ah, andai ini ta disini
dan terbangun hanya oleh penghuninya sendiri
ta apa ta sebagus ini
yang ku ingin hanya kenyamanan
namun belum ku dapatkan itu.
yang ku bisa hanya mencoba membuang egoku
demi imamku.. demi pernikahan ini..
semoga aku bisa terus bertahan. Read more / Selengkapnya...

Puisi cinta untuk suamiku

Kita kini dipersatukan dalam ikatan suci
Engkau menjadi imam yang akan selalu mengiringi jalan ini
Engkau selamanya akan menjadi kisahku
Senyummu, marahmu, tawamu, tegasmu,
Segalanya tentangmu
akan terjaring dalam setiap kata
yang akan ku ukir menjadi seuntai puisi

Kita akan menatap waktu yang terus berputar
Aku mungkin bukan wanita terbaikmu
tai kau telah mengikatku menjadi wanita pilihanmu
kan ku abdikan diriku untuk suamiku
Engkau.. suamiku tersayang..
Imamku sepanjang hayat.. Read more / Selengkapnya...

Syukur Tlah Bersatu

23 Mei 2009..
Dua insan telah syah dipertautkan
Ta perlu penghalang,
Ta usah menundukkan rasa lagi

Ta malu bergenggaman
Tlah satu dalam ikatan..

Syukur tlah bersatu
dan tersatukan dalam sebuah akad
Ta ada lagi ketakutan
Ta ada lagi keraguan
Bersama... dalam kehalalan

Semoga yang telah Allah pertautkan ini
menjadi pertautan selamanya
untuk dunia.. dan akhirat.. Read more / Selengkapnya...