14 November, 2009

Ta ada judul

Tertidur damai…
Memandang Ia yang terpejam
Memandang Ia yang ta memandang
Imamku manis sekali.. Read more / Selengkapnya...

19 Oktober, 2009

Seperti Menumpang Hidup

Ta ada atap yang bocor memang..
Kasur ini cukup empuk, tersedia selimut
juga bantal dan guling untuk menopang badan..
Namun jiwaku seperti ta tertidur,
merasa ini bukan milikku
aku hanya menumpang hidup

Ta sebebas di rumah yang ta sebagus ini
puluhan tapak kaki berseliweran
datang.. pergi.. dan datang lagi..

ah, andai ini ta disini
dan terbangun hanya oleh penghuninya sendiri
ta apa ta sebagus ini
yang ku ingin hanya kenyamanan
namun belum ku dapatkan itu.
yang ku bisa hanya mencoba membuang egoku
demi imamku.. demi pernikahan ini..
semoga aku bisa terus bertahan. Read more / Selengkapnya...

Puisi cinta untuk suamiku

Kita kini dipersatukan dalam ikatan suci
Engkau menjadi imam yang akan selalu mengiringi jalan ini
Engkau selamanya akan menjadi kisahku
Senyummu, marahmu, tawamu, tegasmu,
Segalanya tentangmu
akan terjaring dalam setiap kata
yang akan ku ukir menjadi seuntai puisi

Kita akan menatap waktu yang terus berputar
Aku mungkin bukan wanita terbaikmu
tai kau telah mengikatku menjadi wanita pilihanmu
kan ku abdikan diriku untuk suamiku
Engkau.. suamiku tersayang..
Imamku sepanjang hayat.. Read more / Selengkapnya...

Syukur Tlah Bersatu

23 Mei 2009..
Dua insan telah syah dipertautkan
Ta perlu penghalang,
Ta usah menundukkan rasa lagi

Ta malu bergenggaman
Tlah satu dalam ikatan..

Syukur tlah bersatu
dan tersatukan dalam sebuah akad
Ta ada lagi ketakutan
Ta ada lagi keraguan
Bersama... dalam kehalalan

Semoga yang telah Allah pertautkan ini
menjadi pertautan selamanya
untuk dunia.. dan akhirat.. Read more / Selengkapnya...

25 April, 2009

Jingga..

senja yang jingga..
mengingatkanku pada pertemuan
sejenak yg lalu dengan jingga di dunia maya

ah, itu takkan menggetarkan langkah ini
aku akan terus dan tetap
menjaga hijau..

karena hijau itu teduh
dan jingga bagiku adalah bara. Read more / Selengkapnya...

08 April, 2009

Merajut Harap Perkawinan

Bila ikatan kita adalah dosa
semoga langkah ini dapat membasuh gersang cinta yang kita bina

Seperti hujan yang mampu membasahi kemarau
memberikan kesejukan dan kehidupan.

Begitupun harapku
Semoga pernikahan ini bisa menjadi bingkai cinta yang diridhoiNya
menyatukan aku dan kau menjadi KITA
dalam kehalalan. Read more / Selengkapnya...

29 Maret, 2009

Doa Pernikahan WAHDA

Ya Allah..
Jadikanlah rumah tangga kami kelak seperti angin sepoi
Yang senantiasa memberi kesejukan saat hati tengah kemarau
Yang memberi tiupan lembut di kala kami membara
Yang akan menyebarkan wangi bagi generasi kami
Ya Allah persatukanlah kami slamanya
dalam kebaikan
dalam kedamaian
dalam lindungan-Mu Ya Rabb.. Read more / Selengkapnya...

15 Februari, 2009

Teganya

sepertinya harus ku telan lagi dalam-dalam empedu ini
berkali meyakinkan ta jua ada tindakan
waktu serasa lambat melaju
aku merasa terantai sesakku
ta adakah engkau punya hati?
atau aku yg kurang mengerti?
berapa tahun lg aku hrs mengerti sedang mereka telah mbuatku sangat amat tersudutkan.
tega, engkau buatku bgini? Read more / Selengkapnya...

12 Februari, 2009

Jenuh

Aku ingin tenggelam..
Aku ingin terpejam
Keadaan ini selalu menyeret kesabaran.

Aku ingin menangis
tapi, apa yang harus ku tangisi?
bukankah ini kerap kali terjadi?!

Sampai kapan aku dapat menuju ke tepian
bila ta ada angin yang meniupkan Read more / Selengkapnya...

SESAK LAGI

Aku adalah rapuh yang mencoba tetap tegar
Aku adalah tangis yang berusaha tetap tersenyum
Aku adalah putus asa yang bersikap seolah biasa
Namun kali ini dadaku sesak lagi
Jangan rapuh...
Jangan menangis...
Jangan putus asa, Aida... Read more / Selengkapnya...

UGH!

Tahun ini aku akan menepi di pantai
Tapi laut ta bersahabat denganku
Aku semakin dibuat terombang-ambing
Aku mual dengan keadaan ini
Ugh! Read more / Selengkapnya...

04 Februari, 2009

Untuk putih

Andai hatiku ini adalah sebuah gerbang
aku ingin memberimu sebuah kunci
agar kau tau
isi sesungguhnya hatiku
agar tak ada lagi salah faham
tak ada lagi pertentangan.
Putih, masih tak mau hadir di ponselku? Read more / Selengkapnya...

31 Januari, 2009

BEDA

Lelah menikam hati untuk keluarkan teguran sapa dan sesimpul senyum
Ada di depan mata membuat gugup ta bernyawa
Kemana berani berlari hingga ta ada interaksi

Lelah menikam hati kala kaki pergi tinggalkan apa yang direncana
Kenapa keberanian mesti bersembunyi?

Dengan tulisan, kata berjingkrak penuh kebebasan
Saat pandangan mata mulai beradu, kata itu diam.. diam.. dan diam.
Yang ada hanya ingin segera menghilang dari apa yang di hadapi.
Sebuah kata saja sulit diungkap

Ah, rasa memang ta bisa berbohong
Rasa itu membuat biasa menjadi ta biasa
Rasa itu membuat hati beda, b.e.d.a.. Read more / Selengkapnya...

Arti Putih

Teman, putih itu tetap warna
Yang bersih, yang suci, yang murni..
Aku ta pernah mengabaikanmu
Kau memang warna dalam kehidupanku

Putih.. Kita tetap teman kan? Read more / Selengkapnya...

30 Januari, 2009

TETAP MENUNGGU

Di sini telah ku tulis berjuta rencana dan sketsa perjalanan tentang kita
namun cerita selalu ta pernah sempurna
takdir belum memberikan waktu untuk kita bersatu selamanya
ta apalah
karena ku tau kau sedang menata halaman kita
membangun pondasi agar kelak kokoh dalam rumah tangga
jiwa, raga, dan harta

calon imamku
aku tetap menunggu
menanti waktu dimana engkau membawaku
melangkah di halaman kita menuju pintu yang akan memberikan kehalalan untuk kita
bersatu berdua.. selamanya..
dunia dan akhirat
semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkahimu
hijauku, calon imamku Read more / Selengkapnya...

PESAN UNTUK SANG PUTIH

ragamu ta ku lihat lagi
namun sketsa lisanmu
kerap hadir lewat ponselku.

kata-katamu terasa sedikit kecut
benarkah atau ini hanya prasangka?

mungkinkah di hatimu masih terbersit rasa kecewa?
mungkinkah di hatimu masih menyisakan amarah?
atau..
engkau masih menyimpan rasa yang dulu?

ah.. ini hanya kira-kira dan dugaku saja
harapku
engkau sudah menemukan bahagiamu
dengan senyuman
dengan rasa cinta Read more / Selengkapnya...

29 Januari, 2009

DOA UNTUK HIJAUKU

Teruntuk… kau yang ku cinta
Perjalanan umur yang sekejap ini kuharap semoga diberkahi..
Lembar hari yang terisi...
Semoga selalu terisi dengan rasa syukur...
Cinta... dan keikhlasan..

Hingga suatu saat...
jika puisi ini tiba di penghujung katanya...
Aku akan menemukanmu tersenyum…bahagia...
Ijinkan aku mengucapkan terimakasih yang tulus kepadamu…
atas semua perhatian...
cinta dan kasih sayang yang kau berikan…
ku mohon pula maafkan smua khilaf dari ku…

Bagiku…
cinta dan kasih sayang adalah harta dan kekuatan terbesar dari kehidupan.
Ketika banyak ketulusan dicabut dari hati manusia...
Kau hadir dengan senyum dan cinta, dan selalu menerima hati dan diriku..
Kau sepenuhnya membuatku bahagia…
Terima kasih Hijau... Read more / Selengkapnya...

TEDUHNYA HIJAU

Anginku membawa terbang resah
hijauku teduhkan lagi hati
kejauhan selalu menyulutkan api
namun kau selalu kembali
membawa pelangi

Kau... Anginku... Hijauku... Pelangiku... Read more / Selengkapnya...

HIJAUKU DEMAM BERDARAH

KETIKA RAGANYA TA SERIANG BIASA
SAAT SAYUP MATANYA LEMAH MENATAP
KU BALAS IA DENGAN SENYUMAN
MELAGUKAN BAHASA KALBU DALAM KEBISUAN

DAN SAAT ITU KEMBALI KU TAHU…
AKU SANGAT SAYANG KAMU…
HIJAUKU... Read more / Selengkapnya...

TANYA TENTANG HIJAU

GUYURAN HUJAN MENGIRINGI SUNYI MALAM
GEMERICIKNYA MEMBAWAKU PADA ANGAN YANG TERBANG
MELINTASI MEMORI-MEMORI YANG TERJADI
MENAPAKI HATI YANG RINDU

BENARKAH IA TAKDIRKU?
DI BEBANI USIA YANG TA LAZIM
AKU KEMBALI TAK YAKIN…

KAPAN AKU BISA BERLABUH DENGANNYA?
BENARKAN AKU AKAN BERLABUH DENGANNYA? Read more / Selengkapnya...

HIJAU YANG INDAH

Tampaknya cinta itu memang indah
Tatkala api itu teredam tanah
Dan darah tak bergejolak galak…

Cinta itu akan indah saat kata “saling” termakna dalam lisan, laku, dan rasa.
bukan sekedar sapa, Read more / Selengkapnya...

KETIKA HATI TERBAGI…

LELAH TERKUBUR DALAM RASA BERSALAH
KETIKA DIA YANG LALU TAK JUA BERLALU

RAGA MELINTAS, MEMANG TERKADANG
DIKIRIM ANGIN KABARNYA SELALU TERDENGAR

AKU ADA DI PERSIMPANGAN
PETUNJUK ARAH MENJADI KEBINGUNGAN
MENAPAKI KE DEPAN, TERTAHAN BAYANGAN BELAKANG

SUDAH BERKALI MEYAKINKAN
TAK JUA BAYANG PERGI…
MENGARWAHI SEPASANG YANG TLAH BERIKAT JANJI

HAPUSKAN DIA TUHAN… Read more / Selengkapnya...

DI ATAS SEPEDA ANGSA

Kau hibur aku dengan kata, tenangkan aku dalam sorot mata
gelakkan tawaku diatas sepeda angsa

Hapuskan sedihku, tegarkan jiwaku, redamkan tangisku
Kau ada saat aku tersakiti, saat aku menangis
Kau ada ketika aku butuh bersandar

Terima kasih hijau
Untuk semua dan angsa.. Read more / Selengkapnya...

22 Januari, 2009

BELENGGU (maret '05)

Aku berjalan dalam keremangan
perasaanku mendalam
menyesatkanku pada sebuah pilihan

Hari-hari melepas panah tanpa kasihan
aku terus berperang dalam diam dan tekanan

Jika aku lelah menghadapi
yang ku mampu hanya berlari
mencoba melepas tancapan luka

Aku mohon..
lepaskan dan bebaskan aku dari jeratan ini

Kau!! jingga sang presiden!!
mengapa biarkan aku mati setelah kau tumbuhkan?! Read more / Selengkapnya...

CUMA ANGAN (februari '05)

Keindahan hanya pada angan
memendam rasa entah untuk berapa lama

Bermain dengan kenangan
menghibur hati atas kepergian

Memandang dari kejauhan
segarkan dahaga rindu

Ta apalah tanpa tegur sapa
Aku masih bisa bersua dengan bayang
Biarkan keindahan hanya pada angan

Berdialog dengan angin
coba hempaskan rasa yang mengendap

Ya.. yang bisa kulakukan
biarkan keindahan hanya pada angan Read more / Selengkapnya...

ORANG SUCI (januari '04)

Bercermin diri hari ini
aku.. memang ta pantas untukmu
kamu terlalu suci buatku
sedang, siapa sih aku ini?
insan biasa berselimut noda

Tapi..orang suci..
kita pernah ada di dunia sama
ta sepantasnya kau anggap
aku rongsokan usang ta berharga
aku.. seorang yang ta terpuaskan akan lakumu sebagai orang suci Read more / Selengkapnya...

HILANG Des '03

Yang ku sayang
hilang sebab alih perangai
Yang ku sayang
ada namun tiada
satu lingkaran dalam sekatan
ta bisa pergi
menyatu pun teragu
harus bagaimanakah aku
jingga.. yang ku sayang Read more / Selengkapnya...

KISAH 2004

Sekian kalinya aku mencoba
ulurkan tanganku agar kita seperti dulu
kadang manis ku dapat
namun ta jarang
hanya gelengan hatimu tersirat

Aku tlah mencoba tuk sembunyi
namun hati ta kuasa
ingin berikan seberkas dari rasaku
agar kau tau
aku masih aidamu yg dulu

Maafkan.. atas sikapku
yang ta bisa menutupi
dan menyembunyi sesuatu yang pasti kau tau

Saat ini sekat masih membatasi
antara kau dan aku
mungkin suatu hari nanti
kita akan bersatu
atau berdamping dengan yg baru Read more / Selengkapnya...

ROMANTISME DALAM ANGAN (KISAH 2002)

Pernah ku rangkai kata-kata
urung aku lisankan itu
Pernah aku rencanakan tingkah polah
urung aku lakukan itu
kurasa.. takkan beda yang terjadi dalam hidupku
kurasa.. sama saja..
sikap itu telah berakar dalam tanahmu

Pajangan hanya pajangan
memandang luar yg samar
bersua tanpa pertemuan
berujar ta diiringi gambaran
ah.. kita memang pajangan
berpasang namun bagai melajang

Romantisme dalam angan
membantali tidurku hantarkan mimpi
mengasuri malamku memetik sebuah bintang

Salahku atau khilafku
ta satupun bisa mengerti
masing-masing hanya berkata
kau masih kekasihku
tanpa pertemuan dan kepastian. Read more / Selengkapnya...

KISAH 2002

Ikatan kita ta dapat dimengerti
Aliran hati menyatu namun terbebani
Aku ta memahami aku
dan kamu ta peduli yg terjadi

Adakah hatimu tetap untukku
Atau ini suatu topeng
agar aku tetap tertancap
dalam belengguku sendiri

Ini mencekikku
memaksaku menggelincirkan roda jiwa
kembali lagi padamu

Aku ingin pergi
tapi ku lihat jalanku amat menanjak
aku ingin bahagia, jingga.. Read more / Selengkapnya...

12 Januari, 2009

Hidup mengajarkanku untuk menghadapi segala fenomenanya dengan menerima kenyataan.
Kurasa kerelaan itu meringankanku..

Hidup mengajarkanku bahwa bersamanya ada rasa pahit dan manis,
maka ku coba membiasakan untuk rela akan dua rasa itu.

HIDUP adalah TELADAN dan PELAJARAN Read more / Selengkapnya...

11 Januari, 2009

Sahabat Sejati itu bernama.. SEPI

Dulu aku merasa sepi dengan kesendirian
maka kini aku merasa ditemani oleh kesendirian.
Kesendirian bagiku sudah menjadi jinak
sedangkan pengasingan ini bagiku adalah teman.

Kejauhanku bukan kejauhan dari pandangan.
Aku ingin kembali ketika kembali itu tidak kembali,
maka disini.. aku sepi..

Ta usah berbagi seperti yang tlah kau bagi
bagiku tempat berbagi itu sepi.

Tiada yang pernah mengerti selain sepi,
maka...
sahabat sejati itu bernama...
sepi... Read more / Selengkapnya...